Selasa, 14 Juni 2011
HIPMI Masuk Kampus Lahirkan Ribuan Wirausahawan Baru
"Untuk satu juta pengusaha baru membutuhkan waktu yang lama, karena untuk mencapai itu tidak mungkin dilakukan sendiri dan harus melibatkan stakeholder yang lain, cukuplah 1.000-2.000 entrepreneur baru," kata Erwin usai membuka Temu nasional HIPMI-perguruan tinggi di gedung New Majestik, Bandung, Selasa, (14/6/2011).
Menurut Erwin, HIPMI akan melakukan kampanye kewirausahaan di kampus-kampus agar menjadi spirit bagi semua bidang profesi. "Mereka (mahasiswa) melihat HIPMI sebagai partner yang ideal, sebagai role model dalam menghasilkan generasi entrepreneur Indonesia bersaing 2011," imbuhnya.
Erwin menambahkan, program Kewirausahaan masuk kampus lebih menitikberatkan pada kemampuan melatih mahasiswa untuk berorganisasi, mendorong networking dunia usaha lebih dini, sehingga mereka terinspirasi dengan pengusaha muda yang telah sukses.
"Jiwa wirausaha harus masuk ke mindset mahasiswa, tidak ada pendidikan formal yang menghasilkan wirausahawan muda yang handal," Erwin menandaskan.
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/06/14/373/468400/hipmi-masuk-kampus-lahirkan-ribuan-wirausahawan-baru
Mengharumkan Indonesia dengan Meracik Musik
Pernah mendengar kunjungan Presiden ke luar negeri? itu hal biasa. Hal yang luar biasa adalah ketika musik yang diracik dari dalam kamar tidur dapat terdengar ke berbagai penjuru dunia. Tentu saja membawa harum nama Indonesia. Bottlesmoker namanya.
Siapa Bottlesmoker? Band elektronik yang digawangi oleh dua personilnya yaitu Anggung Kuy Kay dan Ryan Nobie Adzani. Band asal Bandung ini merupakan salah satu band favorit saya. Bottlesmoker adalah band dengan konsep yang unik. Band ini berdiri di sebuah kamar kost milik Angkuy (Anggung Kuy Kay) yang meracik musiknya dengan bantuan komputer Pentium II 350Mhz dan software Fruity Loops. Band yang sudah memiliki dua album ini merilis albumnya dibawah naungan Neovinyl Records dan Probablyworse Records (netlabel Amerika). Kamu bisa mengunduhnya di profil myspace mereka. Gratis.
Mulai dari berpartisipasi dalam sebuah festival loop yang diadakan IF venue-Friday I’m in Loops (festival yang menjadi trigger Angkuy untuk tetap berkarya, dan mengajak Ryan Nobie untuk menjadi programmer), hingga kemarin baru berpulang dari tur di Malaysia. Tur di 3 kota dan 5 tempat. Band yang mengusung free share dalam penyebaran musiknya ini, mendapat apresiasi yang baik pada turnya kemarin. Banyak penonton yang tidak menyangka band ini berasal dari Indonesia. Karena kualitas yang mumpuni.
Dalam perbincangan Saya dengan Angkuy belum lama ini, menurutnya hal inilah yang bisa Dia lakukan untuk mengharumkan nama bangsa ini. Ia bangga menjadi bagian keunikan bangsa ini dengan banyaknya keragaman budaya, suku dan ras di bangsa ini. Angkuy sendiri telah menerima banyak komentar dari berbagai orang diluar Indonesia akan Bottlesmoker. Semua beranggapan bahwa musikalitas band-band Indonesia bagus dan kreatif. Terutama Bottlesmoker dengan keunikannya.
Album yang dirilis netlabel luar negeri, tur yang sukses, berbagi musik gratis, diapresiasi dari dalam dan luar negeri tentunya prestasi yang sangat membanggakan bagi Angkuy dan juga para pendengar serta penikmat musik. Menurut Angkuy, musik yang dia bagikan secara gratis bukanlah sebuah strategi melainkan keintiman dalam berbagi. Musik yang dia buat dengan software dan alat unik lainnya membawa dirinya dan musik elektronik Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh orang luar Indonesia.
Band elektronik lainnya seperti Elemental Gaze (salah satu band favorit saya juga) pernah membuka band experimental dari Jepang, Mono, di Malaysia. Elemental Gaze juga pernah mengisi Baybeats Festival di Singapura bersama band elektronik Indonesia lainnya, Agrikulture, RNRM dan Homogenic. Bahkan kini Elemental Gaze bersama Everybody Loves Irene, Koil, White Shoes & The Couples Company, dan Overload Romance menjadi nominasi pada pengahargaan AVIMA 2009, First Indie Music Awards Asia.
Banyak sekali band Indonesia-khususnya indie- yang dapat bersinar dan mengharumkan Indonesia di kancah international dengan segala prestasinya. Seperti The Sigit dan Burgerkill yang melaksanakan tur di Australia, White Shoes & The Couples Company di SXSW festival, Superman Is Dead di Vans Warped Tour 2009, dan masih banyak band-band Indonesia yang berhasil membuktikan bahwa musik Indonesia bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia.
Ada pula Sandhy Sandoro yang memenangkan kontes penyanyi pop internasional terbesar dan terpopuler di Latvia, NEW WAVE 2009. Dalam salah satu penampilannya, Sandhy Sandoro membawakan lagu When A Man Loves A Woman, Sandhy mendapat sambutan meriah dari penonton dan para juri. Juri memberikan nilai sempurna, 10. Sandhy menjadi juara 1 bersama Jamala (Ukraina) karena nilai akhir yang diperoleh sama. Sandhy menjadi idola dan mengharumkan Indonesia melalui suaranya yang indah.
Dan dengan free+share+music=Love (motto band Bottlesmoker), Bottlesmoker menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia berkualitas dalam musik. Begitupun band-band lainnya yang dapat mengharumkan bangsa dengan karya-karyanya. Band-band ini telah menjadi pengaruh besar di kancah musik, khususnya ranah indie.
Indonesia seharusnya bangga akan karya-karya anak bangsanya sendiri yang telah diapresiasi oleh penikmat musik baik didalam maupun luar negeri. Apa yang dilakukan oleh band-band tersebut adalah hal yang dapat dilakukan demi kemajuan bangsa daripada tidak melakukan sama sekali. Hal kecil yang berdampak besar. Maju terus musik Indonesia.
[video][bottlesmoker]
http://www.youtube.com/watch?v=fc5e0qa8iYk
[video][elementalgaze]
Pilih Kuliah di Luar Negeri atau Dalam Negeri
POTENSIAL, Australian Education Center (AEC) menilai Indonesia merupakan pasar potensial bagi lembaga pendidikan di Negeri Kanguru itu. Selain melalui jalur reguler, Pemerintah Australia juga menyediakan beasiswa untuk jenjang pendidikan S-1 dan S-2 bagi mahasiswa asing.
PELAJARIndonesia tidak perlu khawatir jika ingin melanjutkan kuliah di luar negeri.Banyak lembaga non-profit asing yang memberikan bantuan untuk mewujudkan keinginan itu.
Lembaga-lembaga itu umumnya berada di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Biasanya, mereka adalah perpanjangan tangan dari pemerintah masing-masing negara yang menawarkan sekolah bagi pelajar Indonesia. Beberapa contohnya adalah Australian Education Centre (AEC) yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Australia.
Lalu ada Netherlands Education Support Office (NESO) untuk Belanda, British Council (BC) untuk Inggris dan Educational Advising Service (EAS) untuk Amerika Serikat (AS). Banyaknya lembaga itu,tidak bisa dimungkiri menunjukkan Indonesia mendapatkan perhatian lebih dari dunia internasional.
Salah satunya karena Indonesia adalah pasar potensial bagi negara-negara itu untuk mendapatkan pemasukan dari sektor pendidikan. Berdasarkan data dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), lulusan SMA tahun ajaran 2006/2007 berjumlah 1.076.154.Jumlah ini tentu jumlah yang luar biasa.
“Harus diakui, pertimbangan Indonesia sebagai pasar memang ada.Tetapi, itu bukan menjadi satu-satunya alasan utama,” kata Irene Pingkan Umboh,Manajer AEC Jakarta. Berdasarkan data AEC, pada tahun ajaran 2006/2007, AEC telah membantu keberangkatan 5.500 mahasiswa (S-1 dan S-2) ke Australia.
Sampai saat ini,menurut Irene, ada sekitar 15.000 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia. “Rata-rata per tahun sekitar 5.000 orang yang berangkat kuliah di Australia,” kata Irene yang alumnus Blue Mountain Hotel School Australia ini. Irene mengungkapkan, peningkatan kerja sama dan hubungan antarkedua negara di bidang pendidikan sebagai tujuan utama mereka.
Tujuan lainnya adalah membantu para pelajar Indonesia mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas di luar negeri. “Fakta bahwa Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikan itu ada dan harus diakui,”lanjutnya.
Australia, ungkap Irene, bisa mengambil peran dalam bidang itu.Terlebih, secara geografis, letak Australia berdekatan dengan Indonesia. Malah, banyak yang menyebut Australia sebagai tetangga belakang halaman Indonesia.
“Faktor ini pula yang membuat mengapa hubungan dan kerja sama yang baik antar kedua negara ini makin penting,”tuturnya. Selain faktor pasar dan peningkatan kerja sama, ada juga faktor sejarah seperti yang ada pada NESO.
“Indonesia dan Belanda kan punya sejarah sejak zaman kolonial dulu. Saya kira itu salah satu alasan mengapa Indonesia adalah negara pertama di mana ada lembaga non-profit bidang pendidikan Belanda,” kata Liza Marsin, Education Promotion Manager NESO Indonesia. Selain di Indonesia, NESO juga ada di lima negara lain, antara lain di China dan Vietnam.
Pusat Informasi dan Konsultasi
LEMBAGA-lembaga non-profit itu punya tugas utama menjembatani antara pelajar Indonesia dan universitas-universitas yang bakal jadi tempat tujuan studi mereka.
Mereka menyediakan semua informasi yang diperlukan bagi pelajar Indonesia yang hendak melanjutkan studi di luar negeri.“Jadi,orangorang Indonesia tidak perlu susah-susah datang ke luar negeri hanya untuk mendapatkan informasi.Cukup datang ke kami saja,”tutur Liza.
Hampir semua informasi soal perguruan tinggi di negara tujuan ada di lembaga non-profit itu. Mulai brosur, leaflet, hingga form aplikasi. Semua informasi itu selalu diperbaharui sehingga tidak ada perbedaan antara informasi yang diberikan langsung oleh universitas dengan informasi yang diberikan oleh lembaga-lembaga non-profit itu.
Selain sebagai pusat informasi, lembaga non-profit itu juga memberikan konsultasi pada pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.Semua lembaga-lembaga itu punya penasihat yang akan memberikan bimbingan dan panduan mengenai apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan jika ingin bersekolah di masing-masing negara.
Konsultasi itu gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali. “Konsultasi itu terbuka bagi siap saja yang berminat melanjutkan sekolah ke luar negeri,”sambung Liza. EAS misalnya,menyediakan konsultasi perorangan dengan janji bagi yang tertarik untuk melanjutkan studi di AS.
Setiap kantor EAS mempunyai penasihat yang akan memberikan informasi tentang kesempatan belajar di perguruan tinggi di AS. Penasihat tersebut akan membantu siswa menentukan tujuan pendidikan dan bidang studi yang menarik buat mereka. Peran sedikit berbeda diambil oleh BC Indonesia.
BC Indonesia memberikan konsultasi via e-mailkepada para pelajar Indonesia yang tertarik belajar di Inggris. Namun, jika ingin mendapatkan informasi yang lebih detail, BC Indonesia akan mempertemukan para pelajar Indonesia dengan perwakilan perguruan tinggi di Inggris. Hampir setahun sekali BC Indonesia menggelar pameran rutin pendidikan Inggris.
Administrator Beasiswa
LEMBAGA pendidikan non-profit luar negeri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh konsultan pendidikan biasa.
Lembaga ini sering kali juga bertindak sebagai administrator beasiswa yang diberikan oleh pemerintah asal masing-masing lembaga itu. Manajer British Council (BC) Indonesia, Gusni Puspitasari mengatakan, saat ini BC adalah administrator bagi Chevening Scholarship milik pemerintah Inggris. “Kami yang mengurus soal beasiswa ini,” katanya.
Gusni menjelaskan, tujuan dari beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Inggris ini adalah memberikan kesempatan bagi para generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk meraih gelar master sesuai minat mereka. Denganitu, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara asal mereka.
Begitu juga dengan Netherlands Education Support Office (NESO) yang menjadi administrator program beasiswa StuNed milik pemerintah Belanda. Beasiswa ini diprioritaskan bagi staf pemerintah (pusat dan daerah), aktivis LSM, staf pengajar di perguruan tinggi, juga para wartawan.
Ariono Hadipuro, Education Promotion NESO menjelaskan, pemberian beasiswa ini adalah salah satu bentuk hubungan Belanda-Indonesia, sehingga program beasiswa ini sering diselaraskan dengan titik berat pembangunan di Indonesia. Setiap tahunnya, ada sekitar 150–200 beasiswa StuNed ditawarkan di Indonesia.
“Sebenarnya, program beasiswa ini adalah bantuan pemerintah Belanda. Tetapi, tidak diberikan dalam bentuk uang, melainkan beasiswa karena dinilai lebih memberikan manfaat daripada dalam bentuk uang. Makanya, para penerima beasiswa ini diminta mengaplikasikan ilmunya untuk membangun masyarakat saat mereka kembali,” tukasnya.
Begitu juga dengan Educational Advising Service (EAS). Lembaga ini adalah administrator beasiswa Fulbright. Beasiswa yang digagas oleh senator asal Arkansas, J William Fulbright ini telah banyak memberikan kesempatan pada banyak pelajar di negara-negara di luar Amerika Serikat (AS) untuk belajar di sana. Begitu terkenalnya beasiswa yang sudah berusia 60 tahun ini, sampai muncul istilah “Fulbright Experience”.
Sebuah pengalaman baru yaitu ketika penerima beasiswa Fulbright banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama kuliah di AS dan juga ketika kembali untuk menerapkan ilmu mereka. Sedangkan Australian Education Centre (AEC) juga berperan sebagai administrator bagi beasiswa AusAid milik pemerintah Australia .
Untuk lima tahun ke depan, sejak 2006 lalu, melalui beasiswa ini, pemerintah Australia memberikan kesempatan pada 9.200 mahasiswa dari hampir seluruh dunia untuk mendapatkan beasiswa ini dan melanjutkan kuliah di negeri Kanguru itu. (Helmi Firdaus)
Source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/halaman-utama/pilih-kuliah-di-luar-negeri-atau-dalam-n-2.html
Ijazah Palsu, dari Siswa hingga Pejabat
Luapan bahagia diekspresikan dengan aksi coret-coret, yang sepertinya sudah menjadi ritual tahunan. Di Bali, untuk menghindari luapan kegembiraan berlebihan, para pelajar diharuskan memakai pakaian adat dan sembahyang untuk bersyukur.
Namun sayangnya, tidak semua merasakan kegembiraan itu. Di sudut kelas lain, terdapat pemandangan sebaliknya. Beberapa siswa menangis histeris. Ya, mereka adalah siswa yang gagal ujian. Mungkin bagi mereka, dunia seakan runtuh. Sebagian menangis histeris, ada pula yang mengeluarkan amarah pada guru dan sekolah mereka, bahkan beberapa siswa sampai nekat bunuh diri. Ya, gagal ujian memang peristiwa yang sangat membuat terpukul.
Mungkin itulah yang menyebabkan sebagian kalangan mencari jalan pintas. Apapun dilakukan demi melanjutkan pendidikan, dan demi mendapatkan ijazah. Salah satunya dengan membuat ijazah palsu. Memang kecurangan seperti ini sudah bukan barang baru. Beberapa tahun lalu tim Sigi SCTV pernah menelusuri jasa pembuatan ijazah di salah satu sentra penyewaan komputer di Jakarta.
Di sebuah kios rental komputer, dengan mudah kami memesan ijazah S1. Setelah sepakat membayar uang muka sebesar Rp 1.000.000, dengan sigap sang pemalsu langsung beraksi membuat ijazah asli tapi palsu, alias aspal. Kini, dengan pesatnya perkembangan teknologi, modus para pemalsu ijazah pun makin canggih, para pemalsu tak malu-malu mengiklankan diri di dunia maya.
Untuk lebih meyakinkan calon pelanggannya, mereka memberikan contoh ijazah palsu yang pernah dibuat di iklannya. Ijazah SMP, SMA, S1, bahkan S2 mereka jajakan di dunia maya dengan berani. Asal ada uang, gelar sarjana bahkan master, bisa "digenggam" dalam sekejap. Tak lupa, pemalsu mencantumkan nomor telepon di situsnya. Tetapi pemalsu ijazah biasanya hanya mau berkomunikasi melalui pesan singkat, atau SMS saja.
Untuk memastikan cara kerja pemalsu ijazah, Tim Sigi menemui anggota sindikat dengan berpura-pura membutuhkan ijazah SMA untuk keperluan lamaran kerja. Untuk membuat selembar ijazah SMA, harga dibanderol Rp 4.000.000, dengan blangko ijazah dijamin keasliannya. Dalam waktu hanya dua hari, ijazah aspal dinyatakan selesai dan siap diambil.
Parahnya lagi, pembuatan ijazah palsu ini, biasanya justru dibantu oleh orang dalam, yakni guru atau staf administrasi sekolah sendiri. Tiga tahun lalu, tim Sigi mendapati seorang kepala sekolah yang turun langsung terlibat membuat ijazah palsu. Ijazah palsu yang didapatkan pun ternyata memiliki blangko asli yang dikeluarkan dinas pendidikan terkait.
Penelusuran kami lanjutkan ke sebuah pusat belanja di Jakarta Pusat, menemui salah seorang penulis indah, yang biasa menulis ijazah dan sertifikat. Namun modusnya sedikit berbeda, ia hanya bisa membantu membuatkan ijazah palsu berbentuk fotokopi, bukan berupa blangko ijazah asli. Menurutnya, modus ini lebih aman, karena tidak bisa dideteksi keasliannya.
Biayanya pun lebih murah, untuk mendapatkan fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir, paling mahal Rp 1.000.000.Modus lain yang kini digunakan adalah dengan ijasah yang dikeluarkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sebuah lembaga pengajaran kelompok belajar paket A hingga C. Tim Sigi menemukan salah satu sentra PKBM yang mengaku menyimpan blangko ijazah asli.
Pengguna ijazah palsu ternyata bukan hanya siswa atau pelajar yang tidak lulus. Di Sragen, Jawa Tengah, Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu diwarnai aksi unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan. Penyebabnya apalagi kalau bukan tuduhan warga terhadap bupatinya yang diduga menggunakan ijazah palsu.
Sampai kemarin, unjuk rasa tersebut masih berlangsung, bahkan cenderung anarkis karena melakukan pengrusakan, pembakaran ban bekas, dan menyerang polisi yang berjaga di depan Kantor Bupati. Tetapi tuduhan penggunaan ijazah palsu ditampik oleh sang bupati.
Unjuk rasa serupa juga terjadi di Polres Paser, Tanah Grogot, Kalimantan Timur yang menuntut penuntasan kasus dugaan ijazah palsu milik Bupati Paser, Ridwan Suwidi, yang berencana maju kembali dalam Pilkada. Tudingan ijazah berawal dari informasi yang LSM jaringan pemantau independen yang mencurigai keabsahan ijazah sang bupati yang akan maju kembali dalam pilkada.
Informasi ini ditindaklanjuti polisi dengan menggerebek sebuah rumah di pinggiran Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari rumah milik Gimin, sindikat pembuat ijazah palsu diringkus polisi. Polisi juga menemukan beberapa lembar ijazah palsu yang siap diberikan pada konsumennya. Mengejutkan, dari beberapa ijazah yang ditemukan, terdapat ijazah milik sang Bupati Ridwan Suwidi.
Sang pemilik rumah dan pemalsu ijazah digelandang ke kantor polisi. Tim sigi sempat mendatangi kawasan Tanah Grogot, yang berjarak tiga jam perjalanan dari Balikpapan. Namun sang bupati menolak memberikan keterangan.
Di luar itu, beberapa kilometer diluar pusat Kota Balikpapan, Tim Sigi masih mendapat informasi yang mengindikasikan masih aktifnya sindikat jual beli ijazah. Diduga ijazah yang dipalsukan berasal dari ijasah yang dikeluarkan PKBM sebuah lembaga pengajaran kelompok belajar paket A hingga C. Tetapi Ketua Forum PKBM Balikpapan membantahnya.
Bantahan boleh saja dilakukan, namun kenyataannya kegiatan pemalsuan ijazah tampak sulit dihentikan. Penangkapan para tersangka oleh polisi, ternyata tidak memberikan efek jera. Modus-modus baru justru bermunculan, dan bahkan dimanfaatkan oleh banyak pejabat yang seharusnya dapat memberikan panutan pada masyarakat.
